Notification

×

Iklan

Iklan

Insiden Siswa TK di Purwakarta Berakhir Damai, Disdik Beri Atensi

Kamis, 23 April 2026 | 20:54 WIB Last Updated 2026-04-23T15:09:52Z
Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Nurdhania Rahayu, S.H. beserta jajaran sekolah TK mengunjungi Koko di RS. Ramahadi

Purwakarta.Internationalmedia.id – Insiden kecelakaan yang menimpa seorang siswa TK berinisial F (Koko) di Purwakarta akhirnya menemui titik terang. Pihak sekolah dan keluarga korban sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dengan kekeluargaan.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) saat jam istirahat sekolah. F, yang sedang duduk di area ayunan, terkena hantaman alat permainan komidi putar yang diputar dengan kencang oleh rekan sejawatnya. Insiden ini sempat memicu kritik dari pihak keluarga terkait rasio pengawasan guru.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Nurdhania Rahayu, S.H. didampingi jajaran pengurus sekolah langsung turun ke lapangan mengunjungi F yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Ramahadi.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik sekaligus memediasi komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Kehadiran otoritas pendidikan ini menegaskan bahwa aspek keselamatan siswa di lingkungan sekolah merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Kepala Sekolah TK, Ela, menyatakan permohonan maaf yang mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah tidak sedikit pun berniat mengabaikan keselamatan siswa. 

Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, sekolah menanggung seluruh biaya medis, mulai dari tindakan operasi hingga proses pemulihan total, memberikan santunan serta pendampingan moral secara berkelanjutan bagi korban dan keluarga dan melakukan perbaikan signifikan pada sistem pengawasan dan standarisasi kelayakan alat permainan edukatif (APE).

Pihak keluarga F menyatakan telah menerima kronologi kejadian sebagai musibah yang tidak terduga. Rasa emosional yang sempat mencuat di awal dipahami sebagai bentuk kepanikan orang tua atas keselamatan buah hati mereka.

Dengan adanya kesepakatan ini, kedua belah pihak berharap masyarakat tidak lagi berspekulasi negatif. Fokus saat ini dialihkan sepenuhnya pada proses pemulihan kesehatan F agar dapat segera kembali bersekolah dengan rasa aman dan nyaman. (Ir)

×
Berita Terbaru Update