Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Luncurkan BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp 53,38 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:10 WIB Last Updated 2026-03-06T23:10:53Z
Menko Airlangga(4kiri), Budihardjo Iduansjah(3kiri)dan Mendag (3kanan), Serta ketua APPBI Alphonzus Wijaya (paling kanan), saat prosesi peluncuran BINA Lebaran, di Senayan City, Jakarta, Jumat(6/3).

Jakarta.Internationalmedia.id-Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. 

Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta peningkatan mobilitas selama periode hari besar keagamaan diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa program BINA merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

”Melalui berbagai promosi dan stimulus, serta program belanja, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/03).

BINA Lebaran 2026 akan diselenggarakan selama 25 hari, mulai dari tanggal 6 hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 brand, dan lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. 

Selain itu, program ini juga didukung oleh sekitar 400 pusat perbelanjaan yang menghadirkan berbagai promosi dan diskon untuk masyarakat.

Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso, mengatakan, program BINA Lebaran menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan sektor perdagangan domestik melalui kolaborasi berbagai pelaku usaha. 

Berbagai pusat perbelanjaan dan ritel akan menghadirkan beragam promosi serta kegiatan belanja untuk menumbuhkan menarik minat belanja masyarakat. Upaya ini selaras dengan momentum Ramadan dan Lebaran sebagai periode penting untuk menggerakkan perdagangan dalam negeri. 

“Program BINA Lebaran 2026 merupakan instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik. Program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan; serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran,” ujar Mendag Budi.

Ketua umum Himpunan Peritel dan PHIPPINDO Budihardjo menegaskan bahwa penguatan konsumsi domestik menjadi semakin penting. Industri ritel berupaya menjaga ketersediaan stok, terutama produk lokal yang relatif terjaga, meskipun beberapa produk impor mengalami keterlambatan pasokan menjelang Lebaran.

Karena itu, HIPPINDO mendorong koordinasi yang lebih kuat antar kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Demikian juga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar ketersediaan barang dapat terjaga dan momentum penjualan ritel pada periode besar seperti Ramadan dan Lebaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. (RBS)

×
Berita Terbaru Update