![]() |
| JAM-Intelije), Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., L.L.M. |
Karawang.Internationalmedia.id.– Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen), Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., L.L.M., menghadiri acara Safari Ramadhan ABPEDNAS Jaga Desa yang digelar di Telaga Traditional Resto, Karawang, Rabu (11/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara Kejaksaan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mengoptimalkan pengawasan dana desa.
Ia menjelaskan bahwa saat ini laporan pertanggungjawaban keuangan desa telah terintegrasi dari sistem Siskeudes ke aplikasi Jaga Desa. Namun, ia mengakui bahwa data digital tersebut memerlukan verifikasi faktual di lapangan agar tidak hanya menjadi deretan angka semata.
"Kejaksaan bisa memonitor melalui aplikasi Jaga Desa, namun itu hanya berupa angka-angka. Realisasinya di lapangan, yang paling tahu adalah teman-teman BPD. Oleh karena itu, kami menggandeng BPD untuk membantu para Kajari mengecek riilnya program-program tersebut," ujar Prof. Reda di hadapan audiens.
Tekan Angka Korupsi Desa
Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) ini mengedepankan fungsi mitigasi dan persuasif. Tujuan utamanya bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memberikan perbaikan tata kelola agar perangkat desa tidak terjerat hukum akibat ketidaktahuan prosedur.
"Kami ingin menurunkan tren tindak pidana korupsi (Tipikor) di desa. Saat ini secara nasional ada sekitar 535 oknum kepala desa yang terjerat. Di Karawang sendiri hanya ada satu, dan kita harus jaga jangan sampai bertambah," tegasnya.
Makan Bergizi Gratis
![]() |
| JAM-Intelije), Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., L.L.M.bersama Pengurus ABPEDNAS |
Kegiatan ini juga diklaim sejalan dengan Asta Cita ke-6 Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Selain pengawasan hukum, Prof. Reda membawa perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merencanakan kolaborasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengusulkan agar sekretariat DPC ABPEDNAS ke depannya dapat diberdayakan menjadi sentra atau dapur MBG agar organisasi desa dapat mandiri secara finansial.
Acara tersebut dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Kejaksaan Agung & Kejati
* Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., L.L.M. (Jaksa Agung Muda Intelijen / JAM-Intelijen)
* Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat)
* Pak Beto (Direktur 2 JAM-Intelijen – Bidang Urusan Desa dan Koperasi)
* Direktur 4 JAM-Intelijen (Bidang Urusan BUMN dan Korporasi)
* Jajaran Asisten Kejati Jabar (Asintel, Aspidsus, dan Asbin)
Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wilayah
* Kajari Karawang (Selaku tuan rumah)
* Kajari Purwakarta
* Kajari Kabupaten Bekasi
* Kajari Kudus
Pimpinan Pemerintah Daerah & Lembaga Nasional
* H. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)
* Pak Sudarti / Ardi (Staf Khusus Kepala Badan Gizi Nasional / BGN)
* Irwan (Wakil Ketua jajaran terkait)
* Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karawang.
Pimpinan Organisasi Desa & BPD Nasional,
* Sekjen DPP APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia)
* Ketua Umum PABPDSI / ABPEDNAS (Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia)
* Pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Karawang
* Seluruh Anggota BPD se-Kabupaten Karawang
Tamu Undangan Khusus
* Charlie Damajie (Duta APBN)
Perwakilan Perangkat Desa dari Kabupaten Bekasi dan Purwakarta
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini diakhiri dengan pantun pengabdian oleh Prof. Reda Manthovani dan pesan kepada seluruh perangkat desa untuk selalu mengedepankan transparansi dan kebahagiaan dalam melayani rakyat.(Ir)

