Notification

×

Iklan

Iklan

Pansus XI DPRD Jabar Tinjau Bendung Walahar Penopang Irigasi Karawang

Minggu, 25 Januari 2026 | 12:48 WIB Last Updated 2026-01-25T05:48:12Z
H. Daddy Rohandy 

Bandung.Internationalmedia.id.-Panitia Khusus(Pansus) XI DPRD Jawa Barat meninjau Bendung Walahar yang terletak di Kabupaten Karawang, Sabtu(24/01).

Bendung ini memiliki peran strategis dan sangat penting sekali dalam mendukung kebutuhan akan air, guna mengairan persawahan di wilayah Kabupaten Karawang. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa, Kabupaten Karawang sejak puluhan tahun lalu merupakan daerah penghasil pangan nasional (Padi/beras) karena memiliki area persawahan yang sangat luas dan didukung dengan aliran irigasi yang mempuni.    
 
Anggota Pansus XI DPRD Jabar Drs.H. Daddy Rohandy dari Fraksi Partai Gerindra, menyatakan, Pansus XI telah melakukan kunjungan lapangan memilihat langsung ke Bendung Walahar yang ada di Kabupaten Karawang. Pansus XI didampingi pejabat Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jabar. 

Tujuan Pansus XI bersama DSDA Jabar ke Bendung Walahar terrsebut, untuk mengetahui sejauh mana keberadaan Bendung Walahar dalam mendukung kebutuhan air untuk pesawahan di Kabupaten Karawang.

Dikatakan, Bendung Walahar masih menjadi pensuplay akan kebutuhan air untuk lahan pertanian di Karawang. Namun, perlu perbaikan yaitu terkait jaringan irigasi. Karena kita melihat, ada beberapa jaringin irigasi yang sudah rusak, termasuk juga kondisi pintu air.

Untuk itu, saya sebagai anggota Pansus XI yang juga anggota Komisi IV DPRD Jabar minta kepada Dinas SDA Jabar agar segara  memperbaiki jaringan irigasi dan pintu air yang sudah mulai rusak”, kata Daddy.

Disebutkan, beberapa tahun belakangan ini, lahan pertanian/ pesahawan di Kabupaten Karwang terus berkurang, bahkan kini masih tersisa sekitar 86.000 hektar sawah. Pengurangan, disebabkan adanya  alih fungsi lahan, di antaranya  jadi perumahan, Kawasan industri maupun perkantoran komersil, sehingga  kini Karawang tidak lagi menjadi lumbung pangan nasional pertama. 
  
“ Ya, Kabupaten Karawang beberapa tahun ini sudah tidak lagi menjadi lumbung pangan (padi/beras) nasional. Kini lumbung pangan nasional sudah bergeser ke Kabupaten Indramayu dengan luas pesawahan menacapai 126.000 hektar”, ungkap Daddy. 

Ia juga menambahkan, bahwa Provinsi Jabar sampai saat ini masih menjadi Lumbung pangan nasional, karena lahan pesawahan di Jabar masih jauh lebih luas dibandingkan dengan provinsi lain. 

Sebagai provinsi dengan status penyupalai pangan nasional terbanyak, tentunya masyarakat Jabar tentunya tidak perlu khawatir akan kekuangan pangan (beras).  Apalagi pemerintahan Presiden Probowo melalui Kementerian Pertanian terus berusaha meningkatkan hasil pangan nasional.  

Dengan demikian, target  mewujudkan Indonesia swasembada pangan benar-benar secepatnya dapat terwujud, pungkasnya. (Ter).

×
Berita Terbaru Update