Notification

×

Iklan

Iklan

Keluarga Besar MATAKIN, Tahun Ini Rayakan Imlek Nasional Secara Sederhana

Senin, 26 Januari 2026 | 07:50 WIB Last Updated 2026-01-26T00:50:19Z
KI-KA: Suhendi, Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Js. Dede Hasan Senjaya, dan Js. Pindawati., saat menggelar jumpa Pers

Jakarta.Internationalmedia.id-Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Xs Budi S Tanuwibowo, menyampaikan bahwa keluarga besar MATAKIN akan menggelar Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek secara sederhana di Jakarta.

Dikatakan, Imlek bagi umat Khonghucu merupakan ibadah kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, karena dalam keimanan Khonghucu menyambut tahun baru merupakan saat yang tepat untuk bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan rahmatNya .

Selain itu juga merupakan momen untuk mengungkapkan tekad memperbaharui diri, menjadi umat manusia yang lebih baik dengan meninggalkan sikap dan perilaku tidak terpuji yang telah terjadi di tahun sebelumnya.

Tahun ini, Keluarga Besar MATAKIN akan melaksanakan Perayaaan Imlek Nasional dengan sederhana,  menyesuaikan situasi kebangsaan, namun tetap sarat makna dan khidmat secara keagamaan.

Kesederhanaan bukan berarti mengurangi substansi perayaan. Justru, Imlek Nasional diharapkan menjadi momentum refleksi bersama bagi umat Khonghucu dan seluruh komponen bangsa. 

Imlek Nasional sejak awal bukan ajang hura-hura. Ini adalah ruang perenungan, doa, dan penguatan nilai kebajikan bagi bangsa, kata Budi Santoso Tanuwibowo  dalam percakan melalui Whats App, Minggu (25/01/2026).

Disebutkan, sejak agama Khonghucu kembali diakui secara resmi oleh negara pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Perayaan Imlek Nasional secara konsisten dihadiri tokoh-tokoh penting negara. Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, para menteri, hingga pimpinan organisasi keagamaan lintas iman.

 “Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu hadir. Bahkan Presiden SBY selama 10 tahun menjabat tidak pernah absen,” ungkapnya. 

Dalam Perayaan Imlek, semua pihak terkait kami undang, dan pada tahun ini kami mengusung tema “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan”, yang diambil dari nilai ajaran luhur Kongzi. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi mendalam atas kondisi sosial bangsa Indonesia saat ini.

Ada pun rangkaian acara  Imlek, diisi dengan beberapa kegiatan  antara lain bakti sosial hari persaudaraan pada 3 Februari 2026 di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira.Kemudian Sembahyang Syukur Malam Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026 di MAKIN Cimanggis.

Selanjutnya,  Sembahyang dan Silaturahmi Imlek Nasional pada 17 Februari 2026 di Kong Miao TMII. Perayaan tahun ini juga akan disuguhkan pertunjukan budaya opera, melengkapi atraksi barongsai yang selama ini menjadi ciri khas perayaan Imlek Nasional. (RBS)

×
Berita Terbaru Update