![]() |
| Walikota Singkawang, Tjhai Chiu Mie (2 kiri) dan Anggi Ayuningtyas (2 kanan), memperlihatkan MoU. (dok-Pemkot) |
Jakarta.Internationalmedia.id - Singkawang, Kota yang dikenal sebagai "Kota Seribu Kelenteng" dan "Kota Toleransi" karena keberagaman etnis (Tionghoa, Melayu, Dayak) yang hidup harmonis.
Kota ini juga sering dijuluki sebagai "Kota Amoy" karena mayoritas penduduknya Tionghoa.
Selain itu, kota ini dikenal sebagai kota yang menarik dalam perayaan IMLEK dan CAPGOMEH, sehingga memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan budaya yang dinamis dengan banyak kelenteng.
Memiliki potensi ini, seiring telah berjalannya Bandara Singkawang, Pemerintah Kota Singkawang bekerja sama dengan Hotel Borobudur Jakarta, bakal mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kuliner daerah melalui program Discover Singkawang: Taste the Culture, Feel the Peace, See the Beauty. Program promosi ini akan berlangsung sekitar satu bulan, mulai 19 Januari hingga 15 Februari 2026.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Senin (5/1/2026) lalu.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi Singkawang untuk memperkenalkan potensi daerah melalui jejaring Hotel Borobudur Jakarta yang telah dikenal secara nasional dan internasional.
“Kita tahu Hotel Borobudur ini sudah terkenal secara nasional maupun internasional. Ini menjadi ruang promosi bagi kita untuk menunjukkan pariwisata, budaya, dan kuliner yang kita miliki,” ujar Tjhai Chui Mie.
![]() |
| Salah satu atraksi Cap Go Meh ( Tatung ) yang banyak diminati wisatawan |
Ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen Hotel Borobudur Jakarta atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Singkawang. Menurutnya, kerja sama ini menjadi wadah bagi Singkawang untuk menunjukkan identitas daerah secara lebih luas.
“Hari ini kita sudah melakukan MoU dengan Hotel Borobudur Jakarta. Ini tentu menjadi wadah bagi Kota Singkawang untuk unjuk diri dengan potensi daerah yang dimiliki,” katanya.
Dalam program tersebut, Pemkot Singkawang akan menghadirkan pelaku UMKM unggulan, kuliner khas daerah, batik Tidayu, serta berbagai produk kerajinan tangan dan souvenir lokal. Selain itu, pertunjukan seni budaya juga akan ditampilkan dalam rangkaian kegiatan promosi.
“Kita diberi waktu untuk menyiapkan semuanya, jadi harus dimanfaatkan dengan betul apa-apa saja yang bisa kita promosikan. Mungkin kita akan bawa UMKM unggulan, kuliner, batik Tidayu kita. Di acara pembukaan juga akan kita tampilkan Tari NKRI,” ujarnya.
Ia berharap, promosi tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Singkawang dan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
“Banyak yang semakin kenal dengan kulinernya, budayanya, maka makin banyak yang tertarik datang ke Kota Singkawang. Semoga upaya ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Singkawang,” katanya.
Sementara itu, General Manager Hotel Borobudur Jakarta Anggie Ayuningtyas mengatakan, Discover Singkawang merupakan bagian dari komitmen Hotel Borobudur Jakarta dalam memperkenalkan potensi daerah Indonesia melalui pengalaman kuliner dan budaya.
“Program ini secara konsisten kami jalankan untuk memperkenalkan potensi daerah Indonesia. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Singkawang juga menegaskan komitmen kami dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan serta promosi budaya daerah,” ujar Anggie.
Ia menjelaskan, selama periode promosi, berbagai kegiatan akan digelar di lingkungan Hotel Borobudur Jakarta, mulai dari penyajian kuliner khas Singkawang, pertunjukan seni budaya, hingga pameran produk kreatif daerah.
“Promosi ini bisa dalam bentuk food dan kuliner maupun performance budaya. Bisa juga ditampilkan kain khas Singkawang, souvenir, dan produk lainnya, sehingga makin banyak yang mengenal Singkawang,” kata Anggie.
Sementara itu, tokoh Tionghoa asal Kalimantan Barat, yang juga mantan ketua umum Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya (PERMASIS), Fuidy Luckman yang dihubungi via WhatsApp, Kamis (8/01/2025) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas upaya Walikota Tjhai Chiu Mie beserta jajaran Pemerintah Kota Singkawang dalam mempromosikan Kota Singkawang.
”Hotel Borrobudur, banyak diminati wisatawan Mancanegara. Tentu Langkah ini baik sekali. Mereka bisa lebih mengetahui secara langsung budaya dan kuliner, jika belum berkunjung,” katanya.
Event ini, juga tentu akan menarik perhatian masyarakat di Jakarta atau kota lainnya, untuk mengenal lebih dekat Singkawang. Kota Toleransi, Kota Seribu Kelenteng, Kota yang saling menopang dalam mencari kebutuhan hidup tanpa memandang ras dan suku.
Kelebihan Singkawang adalah kota toleransi sejak jaman dulu, dengan beragam culture juga kehidupan sosial yang hampir sama antar etnis, terutama etnis Tionghoa yang dominan dengan mata pencaharian mulai dari paling rendah buruh, petani, nelayan sampai puncak eksekutif di Pemerintahan, ini yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Kota Singkawang juga sudah berhias dengan memasang lampion, untuk menyambut Imlek 2577 Kong zili yang akan jatuh pada 17 February 2026 mendatang. (RBS).

