Notification

×

Iklan

Iklan

Dubes RI Dakar Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Guinea

Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:06 WIB Last Updated 2022-10-04T03:06:25Z

Dakar.Internationalmedia.id.-Dubes RI Dakar Dindin Wahyudin telah menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Transisi Guinea, Colonel Mamadi Doumbouya pada Jumat sore (30/09/2022) di Conakry. 

Dalam kesempatan pertemuan, Dubes Dindin sampaikan kesiapan Indonesia untuk memperkuat hubungan dan kerjasama bilateral, khususnya di bidang industri strategis dan pertanian. 

Dubes RI juga berbagi informasi mengenai kemampuan dan pengalaman Indonesia mengekspor pesawat terbang CN-235-220 dan berbagai alat transpor lainnya yang mendapatkan perhatian penuh dari Presiden Doumbouya.

Sebelumnya, Duta Besar telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Dr. Morissanda Kouyaté, pada 29 September 2022 dan berbagi pandangan atas peningkatan kerja pertanian dan pendidikan. 

Menlu sepakat untuk mendorong upaya penguatan kerja sama di kedua bidang tersebut serta secara khsusus sampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas upaya peningkatan hubungan bilateral.

Guna menjajaki kerja sama industri strategis dimaksud, pada 30 September Dubes RI juga telah bertemu dengan Menteri Perhubungan Guinea, Mr. Yaya Sow. Keduanya bertukar pandangan mengenai produk industri Indonesia serta kebutuhan Guinea atas infrastruktur dan konektivitas. 

Dubes RI juga menyampaikan bahwa Indonesia mengekspor berbagai peralatan transportasi udara, darat dan maritim.

Menteri Yaya Sow sangat tertarik atas sejumlah produk industri Indonesia, utamanya pesawat CN-235-220 dan berbagai type pesawat lainnya produksi PT. DI, khususnya untuk pesawat angkut penumpang jarak pendek. 

Duta Besar Dindin Wahyudin pada kesempatan tersebut berbagi informasi mengenai pengalaman Senegal yang telah membeli pesawat CN-235 tipe militer dan pembelian itu merupakan pembelian ketiga kalinya. 

Guinea terletak di Afrika Barat dan merupakan negara akreditasi KBRI Dakar. Hubungan diplomatik kedua negara dibentuk sejak 1963. Negara ini kerapkali disebut Guinea-Conakry untuk membedakannya dengan negara tetangganya, Guinea-Bissau. 

Guinea yang berpenduduk 13 juta jiwa menghadapi tantangan infrastruktur yang sangat parah. Guinea saat ini tengah gencar melakukan pembangunan untuk mengejar tersedia infrastruktur guna mendukung aktifitas ekonomi, serta fokus di bidang pertanian untuk ketahanan pangan. 

Pertambangan merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan menyumbang 35 persen terhadap PDB. Guinea kaya akan bauksit dengan cadangan bauksit terbesar di dunia dengan 7,4 miliar ton.(marpa)

×
Berita Terbaru Update