Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati dan Wakil Bupati Toba Terus Monitor PPKM dan Prokes Pencegahan Covid-19 di Sejumlah Gereja

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:09 WIB Last Updated 2021-08-30T05:09:42Z
Sosialisasi Prokes di Gereja

Toba.Internationalmedia.id.-Bupati Toba Poltak Sitorus, Wakil Bupati Tonny M.Simanjuntak dan seluruh pimpinan OPD kembali berbagi tempat mengikuti ibadah Gereja sekaligus memonitor penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) 5 M pencegahan Covid-19 pada Minggu,(30/8/2021).

Bupati Poltak Sitorus mengikuti ibadah di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Wabup Tonny.M.Simanjuntak mengikuti ibadah di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Resor Sungkam Julu ,Kecamatan Nassau.

Hal yang sama juga dilakukan Sekdakab Toba Audi Murphy O.Sitorus di Gereja Katolik , Kecamatan Pintupohan. Sementara di sejumlah gereja lainnya ,tim sosialisasi dipimpin para pimpinan OPD se-Kabupaten Toba.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat selalu mematuhi Surat Edaran Bupati Toba Nomor 440/3347/Satgas/Covid 19/2021 yang mulai berlaku tanggal 3 Agustus.

"Dari setiap tempat ibadah yang dikunjungi rata rata sudah mematuhi Prokes 5 M," sebut Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Toba, Lalo Hartono Simanjuntak.

Menurut Lalo Hartono, Pemkab Toba mengapresiasi pengurus jemaat gereja yang mengimbau dan menyosialisasikan Surat Edaran Bupati tersebut kepada jemaat.

Hal ini berdampak signifikan terhadap penurunan kasus yang terkonfirmasi positif semakin hari semakin menurun di Kabupaten Toba.

"Pemberlakuan Surat Edaran Bupati tersebut tidak dibatasi masa berakhirnya, jika masih tetap penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba masih ada, maka S.E tersebut kita perpanjang sampai betul-betul situasi dan kondisi Kabupaten Toba aman dari Covid 19," sebut Lalo yang juga Kadis Kominfo Toba ini.

Untuk itu kita yang bikin cepat dan kita juga yang bikin lambat. Marilah kita lebih peduli terhadap pandemi Covid-19 ini, kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumatra Utara berlomba memutus mata rantai penyebarannya.

"Kabupaten Toba tidak boleh ketinggalan justru kita harus unggul dalam penanganannya," sambungnya sekaligus mengakhiri keterangan nya.(MC/Ung)
×
Berita Terbaru Update