Notification

×

Iklan

Iklan

Wushu Jabar Targetkan 4 Medali Emas di PON Papua

Kamis, 29 Juli 2021 | 18:09 WIB Last Updated 2021-07-29T11:09:29Z

H.Edwin Sanjaya, Ketua Pengprov Wushu Jabar, (duduk), bersama Ade Permana (kiri) dan Gugun Gusman (kanan). Foto istimewa Gugun Gusman.

Bandung.Internationalmedia.id.- Cabang Olahraga Wushu Jawa Barat menargetkan, 4 medali emas pada PON XX-2021 Papua, sedangkan Sanda atau pertarungan, menargetkan 3 emas dengan  mengandalkan 6 atlet.

 

Wushu Sanda sendiri memasang target minimal 3 emas jika bisa mencapai lebih dari itu tetap dikejar.

 

Agus Nanang Sunarya, S.Pd, pelatih Wushu Sanda yang dihubungi Internationalmedia.id, Kamis,(29/7/2021) petang, di Ibun Majalaya Kabupaten Bandung, sangat berharap terhadap masyarakat Jawa Barat untuk memberi do'a, agar Wushu khususnya Sanda bisa mencapai taget.

 

Latihan sekarang sudah mencapai 90% progresnya, sudah menurunkan intensitas dan volume sehingga ditingkatkan performa tanding. Latihan dibikin 11sesi, pagi sore setiap minggu, katanya.

 

Dikatakan, Wushu Sanda pada PON 2016 berhasil meraih 3 medali emas,  keberhasilan ini yang akan dipertahankan di PON Papua 2021.

 

Atlet peraih emas 2016,i Ade Permana (48kg), Iman Lesmana (75kg), Silvia Pertiwi (52kg), memang ada wajah baru seperti Gugun Gusman (60kg), Reska Aditya (70kg), Jimmy Stif Menda (56kg).


Dari atlet Wushu yang baru akan tanding pada PON, ini bisa dijadikan semacam "Kuda Hitam" berpeluang tanding maksimal dan terbuka peluang medali emasnya.

 

Betul ada Gugun Gusman, itu penyandang sabuk kelas Bantam pada Mix Material Art MMA, namun minim uji tanding.

 

Satu-satunya kiat meneropong lawan seperti rival, DKI, Jateng, Sumut, Jatim, hanya dengan jejak digital dibarengi melihat hasil babak kualifikasi,tambahnya.

 

Sebetulnya program uji tanding Wushu Sanda, tadinya ke Korea dan Philipina, namun karena pandemi covid-19 saat ini, maka kedua negara itu membatalkannya.

 

Malahan sempat merancang akan uji tanding ke Thiongkok namun kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk merealisasikan program itu.

 

Secara terpisah, Gugun Gusman atlet petarung Wushu, berbekal pengalaman menggeluti Mix Material Art MMA sejak 2010, dengan basic  pegulat Jawa Barat, akan berupaya meraih medali emas, meski ketika tanding sebelum PON melawan calon rivalnya, hanya kalah strategi.

 

Diakuinya, ketika bertanding 3 kali lawan Bayu Raka dari Jawa Tengah kalah strategi, termasuk juga ketika lawan Jumanta dari Jakarta.

 

Pengalaman ini akan saya jadikan suatu motivasi untuk memperbaiki strategi. Dulu saya digulat, sekarang di Wushu Sanda hanya tinggal melengkapi pukulan dan tendangan saja. Itupun sudah dipraktikkan pada MMA dan memegang gelar juara kelas Bantam,r Gugun yang juga finalish seleksi pelatnas Sea Games ini.

 

Gugun Gusman hengkang dari Gulat ke Wushu Sanda sejak 2018 karena ketika akan ikut Porda terkena batasan usia. Diakui ada perbedaan dari Gulat, MMA, Wushu, namun tinggal menyesuaikan.

 

Pada sisa waktu jelang PON Papua di Marauke, dirinya tinggal mengasah dan mempelajari kelemahan lawan selain mempertajam basic seperti halnya ketika menjadi atlet Gulat.

 

Faktor fisik dengan bertanding di Gulat, MMA,Wushu diakui menjadi modal besarnya.(PH)

×
Berita Terbaru Update