-->

Notification

×

Iklan

Iklan

KJRI Toronto Menuju TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021

Kamis, 01 Juli 2021 | 7/01/2021 WIB Last Updated 2021-07-01T09:30:25Z


Jakarta.Internationalmedia.id.-Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andi Rachmianto, menyampaikan dukungan kepada KJRI Toronto untuk bekerja di luar “business as usual" dan berpikir “out of the box" guna merespon tantangan di dalam dunia global yang semakin kompleks.

 

Inovasi Pelayanan Kekonsuleran Terpadu atau PANDU diharapkan menjadi salah satu contoh dan solusinya.

 

Hal ini diungkapkan pada tahap seleksi Paparan dan Wawancara menuju Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 (30/06/2021).

 

Tahap seleksi dari Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini berlangsung secara virtual di hadapan 11 juri yang dipimpin oleh Prof. J.B.

 

Kristiadi, selaku Ketua Tim Panel Independen KIPP 2021. Prof. Kristiadi juga menyampaikan apresiasi kepada KJRI Toronto sebagai satu-satunya instansi Pemerintah di Luar Negeri yang masuk TOP 99 dalam KIPP 2021.

 

Pada sesi paparan Konjen RI Toronto, Leonard F. Hutabarat, Ph.D., menyampaikan bahwa PANDU menjadi solusi tepat dalam memberikan pelayanan publik yang Prima, Professional dan Akuntabel di wilayah kerja KJRI Toronto. PANDU juga menjadi bukti bahwa negara hadir, peduli dan melindungi warga negaranya.

 

Inovasi PANDU ini dilatarbelakangi kebutuhan akan keterbatasan waktu, keterbatasan mobilitas bagi penyandang disabilitas, dokumen paperless guna menyesuaikan dengan kondisi COVID-19 dan upaya mempersingkat waktu tunggu. Inovasi PANDU tampil dalam bentuk Pelayanan Kekonsuleran di hari Sabtu, Pelayanan Prioritas bagi WNI (PERTIWI) dan Passport e-Service.

 

PERTIWI dilakukan dengan mendatangani langsung tempat tinggal pengguna layanan kekonsuleran untuk kelompok vulnerable groups seperti penyandang disabilitas, ibu hamil dan lanjut usia.

 

Pelayanan ini juga sejalan dengan tujuan dan sasaran Pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas PBB terhadap akses bagi kelompok rentan tersebut.

 

Sementara Pelayanan Kekonsuleran di Hari Sabtu memberikan kesempatan kepada masyarakat yang bekerja, kuliah atau memiliki kesibukan lain untuk mendapatkan pelayanan ekstra di luar hari kerja. 

 

PANDU telah pula mendapatkan apresiasi dan dukungan dari sejumlah masyarakat Indonesia di wilayah kerja.(marpa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update