-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kroser Pelatda Jabar Tidak Cengeng, Meski Motor Rusak Latihan Jalan Terus

Sabtu, 19 Juni 2021 | 6/19/2021 WIB Last Updated 2021-06-19T10:36:25Z

Kroser Pelatda Jawa Barat PON XX-2021, dipimpin pelatih Iwan Hermawan"Bontot" (keempat dari kiri). Saat break sesi latihan di sirkuit Cambora desa Cibogo Mekar Bakti Tanjungsari Sumedang.(Foto: Pujo Hastowo)


 

Sumedang.Internationalmedia.id.-
Perlatih Kroser Junior dan Senior Pelatda Jawa Barat, Iwan "bontot" Hermawan bersama dengan 8 Kroser Pelatda Jabar PON XX, melakukan pemusatan latihan di Sirkuit Cambora, Cibogo Mekar Bakti Tanjungsari Sumedang Jawa Barat, Sabtu,(19/6/2021).


Mereka mulai melakukan pemusatan latihan, sejak akhir Mei 2021 sesuai schedule dengan menggunakan kenderaan yang ada agar tidak vacum.

 

Dua kendaraan spesial engine yang dipakai berlatih Rider atau Kroser Pelatda Jabar PON XX, disebutkan rusak ditambah satu unit lagi mulai drop powernya. Masing masing SE 125 CC milik Kroser Lutfhi Petric, Dwi Panca  sedangkan kepunyaan Daris Nail Budiman, mengalami drop powernya.

 

Kendatipun keadaan dilapangan seperti itu, Kroser dengan pelatih tim pelatda antisipasi menggunakan kendaraan lain agar proses latihan melenggang baik.

 

Dikatakan, meski Kroser sudah sering berlaga pada level nasional, tetapi program dari pelatih harus diikuti. Mereka terus digodok skill dan mentalnya. Hambatan, seperti kerusakan motor bisa menjadi kendala, tetapi pembalap tidak begitu mempedulikan hal itu.

 

Semangat anak-anak Pelatda tidak kendur, kata Iwan diseka-sela latihan di Jatinangor, Sabtu siang.

 

Iwan Hermawan, adalah pelatih yang pernah berguru 1 tahun dinegeri Kangguru Mellbourne Australia (2008), dapat sentuhan dari Brush Whelkinson dan Kroser juara nasional Australi seperti, Lee Hogan, Louis Wood, Kade Mosig,Jose Kacia.

 

Dengan dibebani target 3 emas secara umum cabang balap motor pelatda Jawa Barat PON Papua, jenis road race dan motorkros. Motor Kros ingin raih 2 emas. Untuk target itu fighting spirit tampak pada masa kompetisi internal pelatda, karena usai BK di Banten 2019, sifatnya masih entry by number.

 

Iwan Hermawan pelatih yang juga Kroser penyandang juara 1 kelas 250 CC di Makauw Hongkong 2005, peringkat IV Asia 2008, di Iran, Philipin, Indonesia, membeberkan, sambil menanti anggaran pembelian spare part yang sudah disampaikan ke KONI Jabar nanti turun, pelatda tidak mau tertinggal programnya.

 

"Sparepart penting banget, seperti untuk ban, bahkan kalau piston kan harus pesan, karena motornya pabrikan. Yang sparepart kecil yang bisa diatasi, nggak masalah, selain ditanggulangi pelatih juga Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Pengprov IMI Jabar turun tangan." tambah Iwan Bontot Hermawan, sang juara nasional motor Kros 2004 dan 2005 itu.

 

Menyoal pematangan semua aspek yang berkaitan dengan Kroser, sambil berjalan, hingga nanti ditentukan siapa Kroser Jawa Barat yang akan ditetapkan sesuai entry by name by number. Makanya saya terapkan hasil berguru di Australia untuk dapatkan Kroser handal itu. Semua pembalap tidak boleh cengeng.

 

Sementara, melihat sirkuit Cambora Tanjungsari Sumedang, tempat Kawah Candradimuka Kroser Jabar digodog, menurut pelatih Iwan Hermawan, pada prinsipnya sama dengan sirkuit (track) yang akan dilibas di PON Papua(Merauke).

 

" Saya sering komukasi dengan master track Mas Mul, sehingga mendapat kisi kisi, saya rasa Kroser nggak asing dengan single,double table top, superbowl, berm dlsb.

 

Yang penting handling skill fisik mental okay.Makanya terkait handing, sekarang pembalap (rider) masih gunakan SE yang bukan seperti yang akan dikendarainya nanti di PON, jelas nanti perlu adaptasi.

 

Oleh karenanya, KONI Jabar maupun IMI segera bantu kami untuk mendapat spesial engine sesuai dalam Technical Handbook agar bisa berlatih dengan motor yang sesuai. Karena beratnya beda, meski bagi Kroser tak sulit mengadaptasinya," papar Iwan Hermawan, yang menjalin apik komunikasinya dengan Kroser Jhony Pranata (pelatih Papua).

 

Sekali lagi kata Iwan, sambil menunggu biaya untuk sparepart, harus serius tekankan target dengan kans dari nomor beregu dan perorangan. Kenapa, Iwan tau persis perkembangan Kroser nasional, mengingat pelatih juga masih sering turun berlomba.

 

Ini harus disuport terutama pada saat-saat pemusatan latihan sekarang hingga Agustus- September perlu suku cadang disamping terus dipompa semangat atlet.

 

Atlet (Kroser / rider) yang ikut pelatda cabang bermotor jenis motor kros, Junior 125 CC s.d 17 th, Lutfhi Patric, Daris Nail Budiman, Dwi Panca dan Hafid(cdg).

Senior MX Two 250 CC, Aldi Robidin, Agung Andriana, Dafa Saputro, Dadan KR(cdg).

 

Manajer: Dian Ramdani

Pelatih Kepala: Frans Tanujaya.

Pelatih: Iwan Hermawan. (PH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update