Notification

×

Iklan

Iklan

Sukses Kembangkan Program Sampah Jadi Emas, Telkom Raih Penghargaan

Senin, 01 Februari 2021 | 14:59 WIB Last Updated 2021-02-01T08:00:32Z

Menteri BUMN RI Erick Thohir (tengah) bersama Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga (paling kanan), Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (kedua dari kiri), dan Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi (paling kiri) di area The Telkom Hub Jakarta dalam rangka menghadiri malam penganugerahan BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2021, Jumat (29/1).


Jakarta.Internationalmedia.id.- PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) meraih penghargaan “Honorable Mention” dalam BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2021.

 

Penghargaan ini diterima oleh Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi dalam malam penganugerahan BCOMSS 2021 Jumat (29/1) di Jakarta.

 

Telkom menerima Penghargaan Honorable Mention dalam kategori Creating Shared Value terhadap program Sampah Jadi Emas dengan campaign #DaurBikinMakmur yang  telah menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga lingkungan hidup di Desa Tuksongo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

 

BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit adalah ajang di dunia komunikasi perusahaan dan program keberlanjutan bagi perusahaan di lingkungan BUMN.

 

Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan bahwa langkah dan inisiatif Telkom dalam program keberlanjutan (sustainabilty).

“Penghargaaan ini merupakan bukti komitmen Telkom untuk menjaga lingkungan hidup sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat dan diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia, khususnya selama masa pandemi saat ini.

Honorable Mention ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Telkom untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Afriwandi.

 

Desa Tuksongo merupakan desa yang tidak jauh dari Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, dengan meningkatnya wisatawan setiap tahunnya, sampah yang dihasilkan pun ikut melonjak.

 

Ada 12 ton sampah yang menumpuk setiap harinya, dan 30-40% dari sampah tersebut adalah plastik. Belum ada upaya maksimal untuk mengurangi sampah plastik di Candi Borobudur dan area desa sekitarnya.

 

Di sisi lain, sampah plastik ternyata bisa menjadi keuntungan alternatif bagi masyarakat sekitar, asalkan mereka tahu bagaimana mengolah dan mendaur ulang sampah plastik.

 

Dengan latar belakang tersebut, terbentuklah inisiatif dan melalui kolaborasi antara Balkondes Tuksongo binaan Telkom, dapat diwujudkan masyarakat peduli lingkungan dan kreatif dalam permasalahan sampah plastik.

 

Langkah konkret yang telah dilakukan antara lain meluncurkan program #DaurBikinMakmur, yakni membuat alat yang digunakan untuk mendaur ulang plastik, terdiri dari shredder, injection, dan extrusion - shredder adalah alat yang berfungsi untuk mengubah bongkahan plastik menjadi potongan-potongan kecil, dan mengubahnya menjadi potongan plastik yang sesuai dengan kebutuhan lalu mencetak sampah plastik tersebut menjadi barang baru.Telkom membantu penjualan dan pemasaran barang baru tersebut.

Tak hanya itu, Telkom juga mendorong masyakat sekitar untuk mengumpulkan sampah plastik yang dibuang wisatawan. Setiap 1 kg sampah plastik yang dikumpulkan warga akan dihargai Rp10 ribu.

 

Dikatakan Afriwandi, berkat program #DaurBikinMakmur tersebut masyarakat desa menjadi lebih “pintar” dalam pemanfaatan sampah. Saat ini masyarakat sudah mulai melakukan pemilihan sampah secara mandiri.

 

Sementara itu dalam waktu dekat, Telkom Magelang akan mengembangkan sistem IT untuk memonitoring project dan sampah keluar-masuk sampai proses penjualan ke umum.(Ter)

 

×
Berita Terbaru Update