Notification

×

Iklan

Iklan

Cerita Wagub Jabar, Jelang disuntik Vaksin: Tempo Detak Jantung Berdegub Kencang

Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:48 WIB Last Updated 2021-01-16T08:48:18Z

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum disemangati Gubernur, Ridwan Kamil jelang disuntik vaksin pertama COVID-19 di RSUP dr. Hasan Sadikin, di Jalan Pasteur, Kota Bandung


Bandung.Internationalmedia.id.-Wakil Gubernur Jawa Barat  Uu Ruzhanul Ulum disuntik vaksin COVID-19 di RSUP dr. Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (14/1/2021). Ini adalah penyuntikan pertama sekaligus menjadi Kick Off Vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat.

 

Wagub sempat merasa tegang sebelum divaksin sehingga harus beristirahat selama beberapa saat guna menormalkan tempo detak jantungnya yang sempat berdegup kencang.  Memang syarat vaksinasi adalah pemeriksaan tekanan darah harus menunjukkan angka maksimal 140.

 

“Saat saya datang ke sini agak sedikit tegang karena memang sebelumnya saya tidak biasa kalau ke dokter ataupun ke rumah sakit seramai ini,” cerita Kang Uu – sapaan akrab Wagub.

 

“Tetapi setelah saya istirahat, ngobrol-ngobrol dan yang lainnya, Alhamdulillah tensi saya normal kembali 129, kemudian juga (hasil pemeriksaan awal) yang lainnya tidak ada hal yang membahayakan untuk divaksin,” tuturnya.

 

Kang Uu merasakan dirinya tidak merasakan efek samping yang berarti usai divaksin. “Barusan saya setelah disuntik ditunggu selama 30 menit, kalau ada reaksi tim dari medis sudah dipersiapkan. Tetapi saya dan Pak Sekda sudah 30 menit tidak ada reaksi apa-apa sampai saat ini,” tegas Kang Uu.

 

Bahkan hingga sore hari pun, Kang Uu merasa baik – baik saja. "Sampai sore ini masih tidak ada gejala (efek samping) yang terasa. Jadi saya semakin yakin kalau vaksin ini aman. Kepada masyarakat jangan ragu lagi," katanya.

 

Kang Uu juga meminta masyarakat tak mudah mempercayai isu-isu hoaks dan provokatif di media sosial. “Jangan termakan isu-isu di medsos, karena di media sosial saya juga banyak yang masuk, disaat saya men-share tentang kesiapan saya divaksin, disaat itulah banyak (postingan) isu masuk tentang hal-hal yang dianggap menjadi provokatif terhadap vaksin,” ujarnya.(Ter)

×
Berita Terbaru Update