-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wagub: Jawa Barat Memiliki Karateristik berbeda dengan Provinsi lain

Kamis, 17 Desember 2020 | 12/17/2020 WIB Last Updated 2020-12-17T08:18:56Z

Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum sebagai Keynote Speaker

Bandung.Internationalmedia.id.-
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Jawa Barat memiliki karekteristik yang berbeda dengan Provinsi lainnya. Pemikiran masyarakatnya  lebih maju, baik dalam politik, ideologi maupun lainnya, sehingga menimbulkan dinamika beraneka ragam.

 

Kondisi tersebut  memerlukan peran serta berbagai unsur  termasuk intelejen, untuk menjaga stabilitas kamtibmas Jawa Barat yang kondusif. Apalagi Jawa Barat merupakan wilayah  penyangga ibukota Negara, yang dapat  mempengaruhi  kondisi kondusifitas  nasional.

 

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, usai Rapat koordinasi Kominda Jawa Barat di Hotel Grand Preanger Kota Bandung, Kamis (17/12/2020).

 

Wagub menyatakan dukungan dan mengapresiasinya  kegiatan ini, karena sangat bermanfaat dapat memunculkan ide – ide, inovasi yang lebih update, yang lebih hebat untuk menjaga kondusifitas masyrakata di Jawa Barat. Selain itu juga bisa bersilaturahmi dengan Kominda di seluruh Jawa Barat, ucap Uu .

 

Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi  keynote speaker dalam rapat koordinasi itu, menyoroti Peran Pemerintah daerah dalam  menjaga Kondusifitas Wilayah. Dalam paparannya, Uu mengatakan, Jawa Barat memiliki karekteristik yang berbeda dengan Provinsi lainnya. Pemikiran masyarakatnya  lebih maju, baik dalam politik, ideologi maupun lainnya, sehingga menimbulkan dinamika beraneka ragam.

 

“Dengan adanya intelejen ini, bisa menditeksi dini situasi dan kondisi masyarakat yang ada di Jawa Barat. Sehingga stabilitas kamtibmas di Jawa Barat dapat terus terjaga,”tambah Uu.

 

Uu juga berharap, intelejen dapat lebih  berbaur dengan berbagai unsur , baik tokoh masyarakat, agama, pengusaha maupun lainnya agar dapat segera menyampaikan informasi  agar dapat segera ditindak lanjuti.

 

“Bisa lebih bersatu dengan masyarakat, dapat memanfaatkan tokoh masyarakat, untuk mendekati mereka-mereka yang dianggap tidak sesuai dengan situasi dan kondisi,”harapnya.   

     

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Barat Brigjen TNI Dedy Agus Purwanto dalam paparan “Peran Intelejen di Daerah” mengatakan, peran intelejen di Jawa Barat masih sangat diperlukan.

 

Kondisi Jawa Barat saat ini dinamis baik dari aspek keamanan, ketertiban, politik hingga isu strategis dengan berjalannya peran intelejen. Seperti pada Pilkada Serentak 2020, pihaknya, merekomendasikan pengawalan protokol kesehatan yang ketat.

 

“Deteksi dini kerawanan Pilkada Jawa Barat 2020, kami rekomendasi dalam Pilkada Jabar 2020  himbauan agar tidak melakukan euforia kemenangan berlebihan. Apalagi melakukan pengumpulan massa yang banyak, dan pasangan calon tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan  Umum (KPU),”ungkapnya.

 

Selain itu, Agus juga menyarankan  pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dalam penanggulanan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, agar mengoptimalkan pemanfaatan isolasi terpusat. Operasi Yustisi yang diperkuat menurut Agus, dapat memastikan pelaksanaan isolasi terpusat dan  penerapan protokol kesehatan.

 

“Menyarankan agar pemerintah daerah memperketat pembatasan sosial, pembatasan operasi tempat makan, lokasi hiburan/mall sampai pukul 20.00 WIB dan implementasi pembatasan sosial berskala mikro,”jelasnya.(Ter)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update