-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gegara Paksa Ingin Akses Perhiasan Istana, Ratu Marah Besar, Panggil Pangeran Harry

Minggu, 02 Agustus 2020 | 8/02/2020 WIB Last Updated 2020-08-02T11:26:11Z

Dailymail

Jakarta.Internationalmedia.id.-Ratu memanggil Pangeran Harry dan memperingatkannya setelah sang cucu melontarkan kata-kata kasar pada sekretaris pribadinya karena menolak melanggar protokol.

Demikian diungkap Mail On Sunday, Minggu (2 Agustus 2020) menyusul rilis biografi The Sussexes, Finding Freedom.

Dikutip dari DailyMail, peringatan disampaikan langsung Ratu setelah Harry menumpahkan kemarahan pada stylist yang juga sekretaris pribadi Ratu Angela Kelly. Ini rupanya memicu kemarahan dari pihak Ratu.

Kemarahan Harry dipicu Kelly yang menolak memenuhi permintaan Meghan untuk segera menemuinya di Buckingham Palace. Kelly yang tak berada di London dihubungi karena Meghan ingin mencoba tiara yang akan digunakan di hari pernikahan.

Sebelumnya Meghan sengaja menerbangkan penata riasnya dari Paris, Prancis untuk mencoba tata rambut dan tiara pilihannya. Penjelasan Kelly bahwa ada protokol khusus untuk mengakses koleksi perhiasan Ratu tak bisa diterima Harry yang kemudian menghardik Kelly.

Harry juga menghubungi sejumlah staf istana untuk menekan Kelly agar kembali ke London dan membuka lemari khusus di mana perhiasan Ratu tersimpan. Kelly yang dijuluki "AK-47" karena ketegasannya yang tak kenal kompromi tanpa diduga melaporkan insiden tadi pada Ratu.

Memahami situasi, Ratu pun memanggil Harry yang dianggap melewati batas dengan menggunakan kata-kata kasar. "Harry diingatkan tentang posisinya. Saat itu dia sangat kasar," ujar sumber istana.

Sebelum rilis Finding Freedom yang ditulis jurnalis dengan reputasi dekat dengan The Sussex, Omid Scobie dan Carolyn Durant, media Inggris sudah diramaikan soal 'skandal-tiara' Meghan Markle.

Namun berbeda dari yang selama ini diketahui, Finding Freedom menyebut insiden tidak dipicu tiara mana yang akan dikenakan Meghan, melainkan akses yang tak diberikan pada mantan aktris Amerika itu saat membutuhkannya untuk geladi resik.

Bagi The Sussex, penolakan Kelly dianggap sebagai bukti perlakuan buruk yang diterima Meghan sejak bergabung dengan keluarga kerajaan. Harry mengklaim sejumlah staf senior jelas tidak menyukai Meghan dan tak henti memberinya persoalan.

Meski demikian, menanggapi klaim Finding Freedom tersebut, sumber istana menyebut tak ada siapa pun yang mengingat insiden tiara versi biografi yang kabarnya ditulis atas restu The Sussex tersebut. Jika benar, Meghan menjadikan Kelly sebagai antagonis dalam peristiwa tersebut.


Bagi Harry insiden tiara menjadi simbol penolakan staf senior terhadap The Sussex. Harry bahkan menyebut mereka "ular berbisa". Kelly yang menolak mendelegasikan wewenang apalagi melonggarkan protokol terkait akses pada tiara untuk Meghan bagi Harry tak bisa diterima.

"Meghan sengaja mendatangkan penata rambut Serge Normant dari Paris untuk mencoba tiara Queen Mary Bandeau. Tapi Angela yang memiliki akses pada koleksi perhiasan Ratu memberitahu tak bisa pulang ke London dan Harry marah besar," ujar kalangan dekat Meghan.

Sumber lain menyebut, penolakan Kelly bagi Harry merupakan "aksi penjegalan." Namun ini dibantah pihak istana.

"Meghan menuntut akses untuk koleksi tiara tanpa janji terlebih dulu dengan Angela. Dia hanya mengatakan, 'Kami berada di Buckingham Palace dan memerlukan tiara. Can we have it now please'. Dan Angela menjawab, maaf tidak bisa, protokolnya tak seperti itu."

Selama ini istana memberlakukan protokol ketat untuk akses pada koleksi perhiasan Ratu. "Jadi hanya karena penata rambutmu ada di London lalu bisa dengan mudah memintanya."

Klaim ini berbeda dari pemberitaan sebelumnya yang menyebut "keributan" soal tiara dipicu keinginan Meghan yang menginginkan tiara Vladimir yang bertatahkan zamrud hijau.

"Harry tak menyembunyikan kemarahannya pada Angela. Dia berusaha menghubungi staf lain agar Meghan bisa menggunakan tiara hari itu. Dia merasa Angela sengaja melakukannya tapi itu tidak benar. Angela hanya menjalankan protokol."

Entah versi mana yang benar, yang jelas tak ada yang meragukan integritas Angela Kelly. Perempuan asal Liverpool yang dijuluki Ratu, "AK-47" itu merupakan staf senior yang paling dipercaya. Angela bertanggung jawab atas akses tiara, jubah hingga koleksi berharga lainnya.(*)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update