-->

Notification

×

Iklan

Iklan

120 Korban PHK di Kabupaten Bandung Barat Akan Menggarap Lahan Pemda

Minggu, 09 Agustus 2020 | 8/09/2020 WIB Last Updated 2020-08-09T09:04:06Z


Bandung.Internationalmedia.id.- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin menyatakan sebanyak 120 orang korban Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) pada masa pandemi Covid-19 akan menggarap lahan seluas 10 hektar milik Pemkab Bandung Barat di Cinangsi, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

Dalam keterangannya di Ngamprah, Minggu(9/6/2020) Iing Solihin menjelaskan, mereka adalah korban PHK yang mengikuti program padat karya pertanian mendapat pelatihan selama 20 hari di Balai Latihan Kerja (BLK) Cikole.

Setelah memiliki keahlian di bidang pertanian barulah praktik langsung lapangan.
Jika dibagi rata, masing-masing akan kebagian lahan garapan sekitar 833 meter persegi lebih. Jenis tanamannya holtikuktura, salah satunya kacang kacang edamame sejenis kacang kedelai dari Jepang.

"Mereka harus mengikuti pelatihan dulu karena kebanyakan belum memiliki keahlian di bidang pertanian.  Paling tidak menguasai ilmu dasar pertanian," ujarnya.

Menurutnya, melalui program padat karya pertanian, korban PHK tidak dikenakan sewa lahan, tidak perlu membeli  bibit,  obat-obatan pertanian, pupuk sampai pestisida.  Semua sudah disiapkan oleh pemerintah.

 "Yang diperlukan tinggal kemauan keras saja. Apalagi hasil panennya sudah ada buyer yang siap menampung,, sehingga tidak perlu memikirkan mau dijual kemana," tandasnya.

Program padat karya pertanian di Kabupaten Bandung Barat ini dijadikan pilot project nasional. Program ini menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Lebih jauh Iing menjelaskan,  program padat karya pertanian akan berlanjut tidak hanya sebatas pada masa pandemi Covid-19. Lahan yang akan.digunakan bukan hanya aset pemerintah tapi juga milik masyarakat.

"Nanti akan memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat. Tentunya nanti dibangun kerja sama dengan para pemilik lahannya,"  kata Iing.

Dikatakan, padat karya pertanian merupakan bagian dari program Skill Develpoment Center (SDC). Kabupaten Bandung Barat juga menjadi pilot project program tersebut
Mencakup bidang industri, wirausaha baru, pemagangan dalam dan luar negeri, penyaluran migran (TKI).

Bentuk program SDC salah satunya berupa pelatihan wirausaha baru terintegrasi dengan buyer. Pelatihannya mencakup bidang pertanian, perikanan, peternakan, mekanisasi pertanian, processing.

Mekanisme pelatihannya dengan sistem boarding, non boarding, dan mobile training.
Jadi program padat karya pertanian tersebut sebenarnya bagi Bandung Barat bukan sesuatu yang baru karena sudah berjalan dengan program SDC," tuturnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update