-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi tagih penyelesaian Tol Cisumdawu, Daddy, DPRD Jabar: Mudah mudahan Terealisasi 2021

Rabu, 08 Juli 2020 | 7/08/2020 WIB Last Updated 2020-07-08T11:21:59Z
Daddy Rohanady


Bandung.Internationalmedia.id.- Presiden Joko Widodo  mempertanyakan terhambatnya progres pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), mengingat pentingnya realisasi proyek ruas tol yang akan menguhubungkan akses ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka.

Presiden mendengar masalah di Cisumdawu karena terhambatnya pembebasan lahan dan juga pengembalian dana talangan untuk pengadaan tanah lahan tersebut.

Juga mempersoalkan mengenai belum lengkapnya aturan teknis untuk penyelesaian proyek sepanjang 60,84 kilometer itu.

Dalam menaggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady menyatakan, DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya Komisi IV, selalu dan tanpa bosan mendorong penuntasan Tol Cisumdawu.

Masalah yang selalu terjadi (klasik) dalam pembangunan adalah terkait lahan.

Hal serupa juga terjadi dengan pembangunan tol Cisumdawu. Tahap II belum ada pembebasan lahan. Tapi saya  yakin, semestinya, hal itu sudah dilaporkan

Jabar pada prinsipnya sangat menunggu penyelesaian Cisumdawu secepatnya,katanya.

Dalam wawancara dengan Internationalmedia.id, Rabu(8/7/2020) lewat telepon selulernya ;ebih jauh menjelaskan, semula jadwalnya klar 2017 seiring beroperasinya Bandara Kertajati.

Namun, kemudian bergeser ke 2019, lalu 2020 (ini tergeser oleh cocid-19). Mudah mudahan tahun 2021 mendatang bisa terealisasi.

Kalau tol ini selesai, Bandung-Cirebon hanya butuh waktu sekitar 1 jam. Padahal, sekarang minimal 3 jam karena harus berputar ke Cikampek.

Kalau Tol ini terwujud, berarti kawan kawan dari Jabar Selatan bagian timur ke arah BIJB Kertajati makin mudah. Artinya, mereka tidak akan sungkan terbang dari Kertajati, kata politisi Gerindra ini.

Bisa dipastikan BIJB Kertajati bisa untuk terbang ke manapun. Mestinya itu yg terjadi. Sayangnya, kawan kawan maskapai masih harus berbagi konsentrasi karena harus membagi awaknya dengan Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung

Saya kira, kawan kawan Komisi IV harus kembali datang ke Komisi V DPR RI dan Dirjen Hubud Kemenhub RI. Selain itu, harus pula mendesak BPJT untuk merealisasikan instruksi presiden itu,katanya mengakhiri.(Lys)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update