-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Idul Adha, Pemprov Jabar Sediakan 27.250 Vaksin Antraks

Jumat, 10 Juli 2020 | 7/10/2020 WIB Last Updated 2020-07-10T10:14:15Z
Ilustrasi

Bandung.Internatioalmedia.id.- Untuk persiapan menjelang Idul Adha, 31 Juli 2020, Pemprov Jabar akan menyiapkan 27.250 vaksin antraks.

Vaksin akan difokuskan di daerah-daerah endemi antraks di Jabar, seperti Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Jafar Ismail dalam jumpa pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 10 Juli 2020 lebih jauh menjelaskan, pihaknya juga melakukan pengawasan di jalur masuk hewan dari luar provinsi. Di antaranya di Cirebon, Banjar dan Kab.Bogor. Agar ke luar masuk hewan ini bisa terkendali.

Dikatakan, selama 14 hari ke depan pihaknya akan melaksanakan pemeriksaan hewan kurban. Hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat akan diberikan kalung sehat. Petugas yang diterjunkan untuk memeriksa hewan kurban sebanyak 735 orang.

Sementara itu, pemotongan hewan idealnya memang dilaksanakan di rumah potong hewan (RPH), namun, karena dalam hari besar keagaam penyemebelihan hewan boleh dilaksanakan di luar RPH. Tentu harus dengan pengawsan dari petugas.

Salat ied

Kepala Biro Yanbangsos Provinsi Jawa Barat Drs. H. Barnas Ajidin menyatakan, pelaksanaan salat Idul Adha dan penyemebelihan hewan kurban harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Orang yang dibolehkan melaksanakan salat ied adalah yang sehat.

Lansia dan anak-anak diimbau untuk tidak ikut salat ied.
Untuk pelaksanaan salah ied dan penyemebelihan hewan kurban akan diatur dalam surat edaran Gubernur Jabar.

Selain lansia dan anak-anak diimbau untuk tidak melaksanakan salat ied, jemaah juga harus membawa peralatan salat seperti sajadah sendiri dari rumah. Kemudian, jaga jarak antara satu jemaah dengan jemaah lain sekitar 1 meter,kata Barnas.

Kencleng pun, katanya, tidak boleh dikelilingkan, simpan di satu tempat. Lalu, pintu masuk harus satu pintu dan setiap jemaah harus dicek suhu tubuh sebelem ke tempat salat.

Sementara itu, dalam penyembelihan hewan kurban warga dimbau tidak melihat proses penyembelihannya.Yang bisa menyaksikan hanya orang yang berkurban.

Ini dilakukan supaya tidak ada kerumunan warga. Penyerahan daging kurban ke mustahik pun dilakukan oleh petugas, supaya tidak ada antrean dalam pengambilan daging kurban.

“Petugas atau panitia idul adha harus menerapkan protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, memakai sarung tangan, dan pisau harus bawa sendiri. Sebelum pulang ke rumah diusahakan sudah bersih,” jelasnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update