-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Horeee, Bupati Pinjam Uang Rp 139 Miliar Bangun Titi "Angker" Pagurawan

Kamis, 12 Maret 2020 | 3/12/2020 WIB Last Updated 2020-03-12T11:16:38Z


Oleh:Lyster Marpaung

BATUBARA.Internationalmedia.id.-Bupati Batubara, Ir. H Zahir Map berjanji akan memperbaiki atau membangun kembali jembatan kota Pagurawan yang sudah setahun mengalami rusak berat.

Jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Batubara- Deliserdangakan direncanakan dibangun kembali setelah mendapat suntikan dana melalui pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 139 miliar.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batubara yang telah menyetujui pinjaman ini berharap agar dari dana tersebut bisa dipergunakan untuk membangun sesuai dengan rencana Bupati Zahir.

Jembatan ini sebelumnya adalah jembatan permanen yang sudah ada sejak tahun 60-an dimana masih bernaung di Kabupaten Induk, Kabupaten Asahan.Jembatan ini dikenal dengan nama Titi Besi(jembatan yang berstruktur besi dan diaspal).

Jembatan ini dulunya dianggap "angker" karena jembatan ini terletak jauh dari pemukiman warga.Amat sunyi,kiri kanan jalan di sini seperti hutan, ditumbuhi pohon nipah.Banyak beruk yang berkeliaran di sini.

Setiap orang yang berjalan kaki ataupun naik sepeda, pasti berlari kencang atau mendayung pedal sepedanya supaya cepat berlalu dari jembatan alias titi ini.

Namun dalam perjalanannya setelah Kabupaten Asahan dimekarkan, jembatan yang tadinya permanen, ditambal sulam dan diganjal-ganjal dengan batang kelapa.

Setiap kenderaan umum yang melewati jembatan ini harus dipandu. Salah-salah, bisa terguling masuk sungai.

Sebagian mata pencaharian masyarakat di Desa Pagurawan adalah 90 % sebagai nelayan, sisanya, pedagang dan petani.

Dengan rusaknya jembatan ini sangat menggangu lintas perekonomian baik nelayan maupun para pedagang serta para petani.

Sebagaimana diketahui,pembangunan Sarana dan Prasana.Pembangunan infrastruktur merupakan jantung pertumbuhan ekonomi nasional.Infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

Lebih dari itu, infrastruktur juga merupakan salah satu faktor penentu dalam
pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

Kenapa jembatan ini dibiarkan lama tidak diperbaiki. Mungkin,anggarannya tidak ada, maklum Batubara dibentuk baru tahun 2006, diresmikan 5 Juni 2007.

Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan dan beribu kota di Kecamatan Limapuluh, dengan 7 kecamatan.

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu dari 16 kabupaten dan kota baru yang dimekarkan pada dalam kurun tahun 2006 dengan jumlah penduduk 379.400 jiwa(keadaan bulan Juni 2016).

Kabupaten Batu Bara merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan di mana tujuh kecamatan di Kabupaten Asahan dikurangi dan dipindahkan wilayahnya menjadi wilayah Kabupaten Batu Bara.

Kabupaten ini terletak di tepi pantai Selat Malaka, sekitar 175 km selatan ibu kota Medan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Batu Bara termasuk ke dalam Karesidenan Sumatra Timur.Sumber.

Penduduk Kabupaten Batubara didominasi
oleh etnis Melayu, Jawa dan Suku Batak. Orang Mandailing merupakan sub-etnis Batak
yang paling banyak bermukim disini.

Kembali ke jembatan Titi yang dulunya angker dan seram ini kita harapkan tahun ini sudah mulai dibangun kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update